PRESENTASI DELEGASI ANRI DALAM KONFERENSI ICA DI ADELAIDE

Penulis pia_wally
Kamis 07 November 2019 443

Adelaide. (23/10)

 

Delegasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang terdiri dari Hary Bawono, Rayi Darmagara, dan Rio Admiral Parkesit mempresentasikan makalah riset yang berjudul "The National Movement for the Awareness of Orderly Archiving: an Experimentation Programm to Recharge the Indonesian Government Agencies on Archiving". Bertempat di Oval Adelaide, dalam sesi Session 3.3 – Cultural Sustainibility and Security through Archives. Sesi ini dimoderatori oleh Inge Host Seiding, PhD, Kepala Arsip di Greenland National Museum and Archives. Pada kesempatan tersebut, delegasi ANRImembagikan hasil analisa tentang program Gerakan Sadar Tertib Arsip (GNSTA) yang cukup berhasil membangkitkan antusiasme instansi pemerintah untuk semangat mengaplikasikan pengelolaan arsip yang baik, namun belakangan ada indikasi kuat terlalu didominasi oleh aspek formal, seperti peraturan, seremonial dan aspek formal lainnya. Sementara, aspek substansial yang fokus pada pengelolaan arsip berkelanjutan di lapangan dan aspek emosional tentang hilangnya perasaan inferioritas, dan merasa termarjinalkannya arsiparis kurang dieksplorasi. Dari ini delegasi ANRI tawarkan langkah pengembangan program sehingga dapat kembali ke jalur track yang sebagaimana desain awal dan dapat mencapai sasaran dengan lebih optimal. Solusi yang delegasi ANRI tawarkan adalah penguatan pada aspek substansi dan emosi. Jika aspek ini tidak dikembangkan optimal maka capaian program ini juga akan kurang optimal. Dua penanya yang berasal dari UNSW Sydney dan Arsip Nasional Australia mendapat hadiah berupa maskot GNSTA dari delegasi ANRI.

Selain delegasi dari ANRI, ada juga delegasi Indonesia dari instansi lain yang juga memeriahkan forum ini, diantaranya Airnav Indonesia, Pupuk Indonesia, PPATK dan lain-lain. Ini menarik karena keterlibatan dalam forum internasional ini juga dapat menjadi cara memotivasi pekerja unit arsip bahwa pekerjaan mereka adalah pekerjaan yang bernilai sebagaimana para pegiat arsip lain di dunia internasional.

 


Search